Posts

Motivasi "Terimalah dirimu apa adanya"

Paradoks Dalam Hidup Sukses tidak datang dari kegigihan untuk menjadi pemenang. Sukses datang dari penerimaan diri bahwa dia adalah pecundang. Kita perlu nyaman dengan kegagalan kita untuk sukses. Jangan terobsesi dengan keinginan untuk lebih. Dunia menunjukkan bahwa untuk hidup lebih baik kita perlu lebih, lebih, dan lebih: lebih sehat, lebih langsing, lebih kaya, lebih cantik. Ini membuat kita fokus pada apa yang kurang pada diri kita. Membuat kita cemas dan semakin cemas. Akhirnya kita masuk ke lingkaran setan: Anda cemas, lalu memikirkan kenapa Anda menjadi cemas, Anda pun menjadi cemas memikirkan kenapa Anda menjadi cemas. Get the Point??? Contoh: Paradoks dalam hidup: Keinginan untuk mendapatkan pengalaman positif adalah sebuah pengalaman negatif. Penerimaan terhadap pengalaman negatif adalah sebuah pengalaman positif. Semakin besar keinginan untuk lebih cantik justru membuat Anda semakin merasa buruk. Semakin besar keinginan Anda untuk bahagia dan di...

KRISIS REGULASI DESA (Analisisku)

Berawal dari analisis dan asumsiku tentang Desa.  Melihat sekian topik diskusi tentang Desa yang saya ikuti selama ini. Mulai dr Grup Media Sosial, Komunitas Gerakan Masyarakat Desa, Organisasi Kepemudaan Tingkat Desa sampai Kabupaten Pati, juga baik di halaman2 website terkait tentang Desa. Sangat dirasakan kalau para pemangku dan aparatur desa di Indonesia sampai sekarang ini mayoritas masih belum banyak pengetahuan dan keterampilannya dalam menyusun atau membuat produk hukum di desa.  Eronisnya dalam rentang waktu 5 (lima) tahun berjalan ini, sangat sedikit para pembina desa bahkan hampir tidak ada yang melakukan pembinaan atau bimbingan teknis secara inten dan serius terkait hal tersebut. Mencermati kondisi sebagaimana paparan singkat di atas bila disarikan dapat disebabkan oleh:  1. Hadirnya Perangkat Desa baru yang latar akademisinya tidak linear dengan jabatan dalam Pemerintah Desa. 2. Di beberapa daerah masih terjadi beragam modus mall praktik re...
Image
Kampoeng Ramadhan Sumohadiwijayan Desa Kajen, adalah salah satu kegiatan Karang Taruna Sumohadiwijayan Kajen Pati yang di gelar setiap Bulan Ramadhan yang bertempat di belakang Balaidesa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati Jawa Tengah. Kegiatan ini di tujukan untuk memfasilitasi masyarakat desa dan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sebelumnya berserakan di tepi jalan dimana sangat mengganggu arus lalu lintas di Desa ini. Menurut penjelasan Mas Karim selaku panitia mengatakan : "Kegiatan ini bukan hanya memberikan fasilitas para pedagang namun juga menyelamatkan permasalahan kemacetan jalan di sepanjang jalan desa kajen yang sebelumnya ketika Bulan Ramadhan di penuhi oleh pedagang" ujarnya. Untuk menarik perhatian pengunjung. Setiap harinya di Kampoeng Ramadhan ini menampilkan berbagai hiburan berupa rebana, puisi, qosidah, musik klasik tongtek atau angklung,gambus, dan musik-musik lainnya yang bernuansa religi. Pertama diadakannya kegiatan ini pada tahun 2017 kemarin ...
BADAN PERMUSYAWARATAN DESA ( BPD ) DESA KAJEN KECAMATAN MARGOYOSO KABUPATEN PATI Alamat Kantor : Kantor Balai Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso BERITA ACARA MUSYAWARAH ANGGOTA BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA KAJEN KECAMATAN MARGOYOSO NOMOR : 141.2 / 001 /BPD/2019 Pada hari ini Selasa tanggal Dua Puluh Tiga bulan Juli tahun Dua ribu sembilan belas ( 23 – 07 – 2019 ) bertempat di Balai Desa Kajen, kami Anggota BPD Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Patitelah bermusyawarah yang di pimpin oleh Anggota BPD tertua yaitu PURNOMO dan di bantu oleh Anggota BPD termuda : yaitu MUHAMMAD ABDUL KARIM, dan dihadiri oleh semua Anggota BPD lainnya, untuk memilih Pengurus BPD Desa Kajen Masa Bhakti Tahun 2019 – 2025, sesuai ketentuan perundang undangan yang berlaku. Hasil musyawarah disepakati dengan voting tertutup untuk memilih pengurus BPD Desa Kajen, dan hasil Voting memilih : MUHAMMAD ABDUL KARIM sebagai Ketua , YUDO WUSODO sebagai Wakil Ketua, MISBAKHUL KHOIR sebagai Sekreta...

RENUNGKAN !!! Kamu Sendiri Yang Harus Menentukan

Jika Anda memegang secangkir kopi, tiba-tiba ada yang lewat dan menabrakmu atau tidak sengaja menyentuh lenganmu, dan hal itu membuatmu menumpahkan kopi dimana-mana. Pertanyaan: Kenapa Anda menumpahkan kopi? Jawaban: Tentu saja karena ada yang menabrakku. *Jawaban itu : SALAH.* *Anda menumpahkan kopi karena cangkirmu berisi kopi.* Seandainya cangkirmu berisi teh, maka Anda akan menumpahkan teh. *Apapun yang ada di dalam cangkir, itulah yang akan tumpah keluar.* Cangkir itu ibarat pikiran. Ketika keadaan tidak baik datang menabrakmu dan mengguncangmu, apapun yang ada di dalam pikiranmu lah yang akan keluar. Pertanyaannya sekarang: *Apakah yang ada di dalam cangkirmu?* Ketika ada sesuatu yang mengguncang hidupmu, *apa yang akan kamu tumpahkan?* Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, atau kemarahan, kepahitan, makian bahkan kutukan yang keluar dari pikiran dan mulutmu. *Kamu sendiri yang tentukan* Isilah cang...

Ketika Kota Makin Kaya Desa Makin Miskin

Ketika kota semakin kaya, desa makin miskin. Jangan pernah memandang desa dengan mata kota Anda. Jangan pulang ke desa hanya ketika renta dan kalah. Sudah lama, desa menyubsidi kota.Sumber daya desa diperas untuk orang-orang kota. Banyak anak-anak desa yang disekolahkan ke kota. Para orang tua menyekolahkan anak dengan hasil pertanian. Begitu selesai disekolahkan, mereka memilih bekerja di kota. Saat menikah, orang tua yang tinggal di desa tetap harus menyubsidi, ikut membiayai pernikahan. Ada beragam cara, dari mulai menjual sapi sampai memotong pohon jati. Sebagian lagi kalau perlu berutang dengan cara menggadaikan sawah dan kebun. Itu belum cukup. Saat anak-anak desa yang tinggal di kota butuh rumah, sering pula merecoki orang tua. Bagi yang merasa punya hak waris, bagian dari harta warisan berupa sawah atau kebun dijual untuk membayar persekot rumah di kota. Hanya cicilannya yang mereka tanggung. Ketika orang tua mereka tak punya lagi aset yang cukup untuk menyokong hidup di k...

Humor Mahasiswa

HUMOR. Ada 4 orang mahasiswa satu kos-an yg kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan. Kemudian mereka menyusun strategi untuk kompak memberi alasan yg sama agar si dosen berbaik hati memberi ujian susulan. Mhs A : Pak, maaf kami telat ikut ujian semester. Mhs B : Iya Pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus. Mhs C : Iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru. Mhs D : Oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak agar kami dapat mengikuti ujian susulan. Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan. Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi ke 4 mhs diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda. "Ah, mungkin biar tidak menyontek," pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dgn ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama. Soal 1 sangat mudah dgn *bobot nilai 10* Keempa...